Thursday, July 17, 2014

SAAT BERULANG TAHUN (Sebagai Kado Ulang Tahunku)


Ketika Aku Termenung Dan Menyalakan Api Di Kesepian. Berjam-jam Bertukar Tempat Dengan Laki-laki Hitam Menirukanku. Aku Menelusuri Sedikitnya Pohon-pohon Berduri Dihiasi Kumbang-kumbang Berwarna Jingga dan Ungu Merayap Dipinggir Bulatan Danau Yang Bertuan. Aku Menangis. Aku Tetap Di Sini. Tak Berbentuk. Masih Terasa Lunak Dengan Diselimuti Bangkai Yang Berumur Belasan.

Di Dalam Mataku Merasakan Kelelahan Yang Tersimpan Tertutupi. Telinga, Hidung Dan Mulutku Terasa Pengap Ingin Menghembus Diam-Diam Seperti Bayangan. Pikiranku ingin Terbuka Melampaui Hasrat, Menggelegarkan Serangkaian Kata-kata Yang Tercipta.

Mimpiku Mempesona Masa Depanku. Menjelma Sebagai Pelunak Bebatuan Di Pinggir Pantai Di Kisaran Air Yang Tak Mengalir.. Aku Masih Dalam Tahapan Itu. Memberontak. Menerjang. Mencari Sesuatu Yang Menggetarkan Hati.

Aku Lelah Merenung Disandaran Cahaya Matahari Lalu Kumatikan Api Di Kesepian. Selamat Ulang Tahun.

Mojokerto, 21 Oktober 2009
2 Dzul Qo’ dah 1430

0 comments:

Post a Comment