Sunday, July 20, 2014

Plastiglomerate: Mengawali Jenis Batuan Baru "Anthropogenic Rock"

Perkembangan di bumi ini akan terus terjadi dan menciptakan perubahan-perubahan baru didalamnya. Misalnya perkembangan manusia. Manusia tercipta dan berkembang melalui proses yang panjang di bumi. Dengan menciptakan budaya dan kebiasaan-kebiasaan baru. Menurut pemikiran sains, manusia mempengaruhi kehidupan alam dengan sangat cepat. Komponen-komponen baru yang ada tersebut belum diketahui munculnya jenis spesies baru apalagi yang akan muncul nantinya. Dalam puluhan atau ratusan juta tahun lagi dalam rentang waktu umur geologi yang terus berkembang. Dengan adanya paham posibilisme, komponen baru tidak dapat dibantah lagi akan mungkin tercipta.

Baru-baru ini ada hal yang menarik dari ilmu geologi. Yaitu dugaan munculnya batuan baru selain batuan beku, batuan sedimen dan batuan metamorf. Ahli geologi menyebut batuan itu dengan nama Plastiglomerate.

Ada tiga orang yang mengusulkannya dalam sebuah tulisan di Geological Society of America, GSA Today edisi Juni 2014. Ketiganya yaitu Patricia L. Corcoran (ahli kebumian), Charles J. Moore, dan Kelly Jazvac. Ketiganya meneliti disebuah pantai yang paling tercemar dan melaporkan penemuan baru yaitu sebuah batu” yang terbentuk melalui pembauran plastik yang meleleh, bercampur sedimen pantai, fragmen lava basaltik, dan puing-puing organik dari Pantai Kamilo di Pulau Hawaii.
Batuan baru ini terbentuk ketika plastik-plastik sampah ini meleleh membentuk jenis batuan baru yang merupakan jenis kelompok dari batuan “Anthropogenic Rock“. Sebelumnya kita hanya mengenal Batuan Sedimen, Batuan Beku dan Batuan Metamorfik (Malihan).

Lokasi Pantai Kamilo dan Sampah yang telah membatu
Sampah Bawaan Arus Laut
Kepulauan Hawaii terletak pada bagian dalam pusaran subtropis Pasifik Utara, kondisi ini membuat lokasi ini merupakan lokasi pengendapan dari plastik-plastik yang terbawa (Moore, 2008). Gerakan anticyclonic dari arus laut permukaan inilah yang menyebabkan sampah laut ini mengendap di sepanjang garis Kamilo Beach, yang terletak di ujung tenggara pulau Hawaii, disinilah tempadiatast terakumulasi sejumlah besar sampah laut (Moore, 2008) (Gambar 1A dan 1B ).

Karakteristik Batuan
Karakteristik dua jenis plastiglomerate : 
 A. In situ plastiglomerate dimana plastik cair yang melekat ke permukaan dari aliran basalt. Ukuran panjang buku lapangan pembanding adalah 18 cm.
B. klastik plastiglomerate mengandung plastik cair dan basal serta fragmen karang.   
C. amygdales plastik dalam aliran basalt.
D. Large in situ plastiglomerate fragmen. Plastik cair ditaati ditemukan 15 cm di bawah permukaan.

Ada yang dijumpai Insitu, ada pula yang sudah tertransport menjadi batuan klastik.

Komponen-komponen Plastiglomerate

Walaupun dijumpai plastik yang meleleh, penulis artikel ini tidak dapat meyakinkan bahwa melelehnya plastik ini akibat dari batuan basalt yang secara logika memang panas saat terbentuknya batuan beku ini. Sehingga mereka menganggap sedimen ini membatu bukan akibat pelelehan dan tidak digolongkan sebagai batuan beku, tetapi lebih dekat batuan sedimen.


Data statistik yang diperoleh dari komposisi batuan yang diambil berdasarkan sampel yang dikumpulkan

Pertanda Anthropocene
Mungkin ada yang mengenal istilah-isitilah umur dalam geologi seperti di bawah ini dan terdapat istilah Holocene. Nah, batuan ini diusulkan sebagai pertanda untuk Anthropocene, masa dimana perilaku budaya manusia telah banyak mempengaruhinya.

Umur Geologi
Sumber :
  1. http://rovicky.wordpress.com/2014/07/12/batuan-baru-pertanda-hidupnya-manusia-plastiglomerate/
  2. http://www.geosociety.org/gsatoday/archive/24/6/abstract/i1052-5173-24-6-4.htm

0 comments:

Post a Comment